HIV dan AIDS merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh semua orang di bumi ini. Penyakit ini perlahan menggerogoti sistem kekebalan/imun pada tubuh manusia. Jika sudah terkena penyakit ini, kita bisa apa? Untuk itu, mari kita kenali gejala HIV/AIDS sedini mungkin untuk mencegah datangnya penyakit ini.
Berikut gejala datangnya HIV/AIDS
Gejala HIV Fase Primer atau Akut
Banyak orang tidak mengalami gejala apapun setelah terinfeksi HIV. Sedangkan sebagian lainnya mengalami gejala HIV yang mirip flu dalam satu atau dua bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh. Pada fase ini disebut sebagai infeksi HIV primer atau akut, bisa berlangsung selama beberapa minggu. Tanda-tanda dan gejala HIV primer atau akut antara lain: Demam atau panas. Menyerupai demam pada umumnya, yaitu suhu tubuh yang tinggi bisa berkisaar antara 38-40 derajat selsius. Demam terjadi ketika tubuh membentuk antibodi dalam melawan virus. Sakit kepala. Adalah efek dari timbulnya demam, ketika demam muncul maka disusul dengan sakit kepala, namun gejala ini tidak selalu ada. Nyeri otot. Sakit atau pegal-pegal pada badan merupakan kondisi umum yang bisa disebabkan oleh penyakit HIV tahap awal, bedakan dengan pegal-pegal akibat kelelahan. Nyeri otot di sini dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang meriyang bersamaan dengan demam. Ruam. Memang ini ciri-ciri HIV yang tidak selalu ada dan kehadirannya pun seringkali diabaikan lantaran ruam yang muncul hanya samar-samar, tidak seperti pada campak yang tampak jelas. Menggigil. Ketika suhu tubuh naik tinggi dibanding dengan lingkungan atau suhu ruangan, maka seseorang bisa mengalami menggigil. Sakit tenggorokan. Rasa mirip dengan ketika terkena radang tenggorokan. Sariawan pada Mulut atau alat kelamin Pembesaran Kelenjar getah bening, terutama pada leher. Nyeri sendi Keringat malam Diare Meskipun gejala HIV primer ini mungkin cukup ringan, namun jumlah virus dalam aliran darah (viral load) sangat tinggi. Sebagai akibatnya, infeksi HIV akan menyebar lebih efisien selama infeksi primer daripada selama tahap berikutnya.
Bersumber dari: Kenali 30 Gejala HIV AIDS Fase Awal, Laten, dan Lanjut | Mediskus
Berikut gejala datangnya HIV/AIDS
Gejala HIV Fase Primer atau Akut
Banyak orang tidak mengalami gejala apapun setelah terinfeksi HIV. Sedangkan sebagian lainnya mengalami gejala HIV yang mirip flu dalam satu atau dua bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh. Pada fase ini disebut sebagai infeksi HIV primer atau akut, bisa berlangsung selama beberapa minggu. Tanda-tanda dan gejala HIV primer atau akut antara lain: Demam atau panas. Menyerupai demam pada umumnya, yaitu suhu tubuh yang tinggi bisa berkisaar antara 38-40 derajat selsius. Demam terjadi ketika tubuh membentuk antibodi dalam melawan virus. Sakit kepala. Adalah efek dari timbulnya demam, ketika demam muncul maka disusul dengan sakit kepala, namun gejala ini tidak selalu ada. Nyeri otot. Sakit atau pegal-pegal pada badan merupakan kondisi umum yang bisa disebabkan oleh penyakit HIV tahap awal, bedakan dengan pegal-pegal akibat kelelahan. Nyeri otot di sini dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang meriyang bersamaan dengan demam. Ruam. Memang ini ciri-ciri HIV yang tidak selalu ada dan kehadirannya pun seringkali diabaikan lantaran ruam yang muncul hanya samar-samar, tidak seperti pada campak yang tampak jelas. Menggigil. Ketika suhu tubuh naik tinggi dibanding dengan lingkungan atau suhu ruangan, maka seseorang bisa mengalami menggigil. Sakit tenggorokan. Rasa mirip dengan ketika terkena radang tenggorokan. Sariawan pada Mulut atau alat kelamin Pembesaran Kelenjar getah bening, terutama pada leher. Nyeri sendi Keringat malam Diare Meskipun gejala HIV primer ini mungkin cukup ringan, namun jumlah virus dalam aliran darah (viral load) sangat tinggi. Sebagai akibatnya, infeksi HIV akan menyebar lebih efisien selama infeksi primer daripada selama tahap berikutnya.
Bersumber dari: Kenali 30 Gejala HIV AIDS Fase Awal, Laten, dan Lanjut | Mediskus